Introspeksi Diri

Introspeksi diri selayaknya sering kita lakukan. Kita pertanyakan diri sendiri, apa yang telah kita lakukan dan yang telah tidak kita lakukan sampai pada rasa sesal, khawatir dan sedih …  yang berujung doa: “Tuhan, ampuni kami atas apa-apa yang seharusnya kami lakukan dan apa-apa yang seharusnya tidak kami lakukan”. Namun merupakan semacam hiburan kiranya, jika menyimak AQ 2:112 yang mengatakan ” … bahkan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

Kiranya juga baik melihat bagaimana orang-orang saleh melakukan introspeksi diri, seperti dilakukan oleh sufi Bayazid tentang dirinya. Ketika muda berdoa:” Tuhan, berilah aku kekuatan untu mengubah dunia”. Ketika separuh baya lewat tanpa dapat mengubah seorangpun, merivisi doa menjadi: ” Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah orang-orang dekatku: keluarga dan kawan-kawan, aku akan merasa puas”. Namun, revisi doa terakhir dilakukan setelah tua, menjadi: ” Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah diriku sendiri”.  Bayazid merasa betapa bodohnya dirinya dan berandai doa revisi terakhir tersebut semestinya dia lakukan sejak dia muda.

Seperti yang dapat kita simak dari AQ 2:44 sbb  “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?”

Robbana dzolamnaa anfuusanaa, wa illam taghfirlanaa, watarhamnaa, lanakuunannaa, minal khosyiriin. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: