Jangan Remehkan Perut Kita

13 April 2010 at 12:13 pm Tinggalkan komentar

Sama sekali tidak menyangka jika bunyi ‘krucuk-krucuk’ dalam perut beberapa lama yang lalu adalah indikasi problem pencernaan. Tidak merasa sakit atau apapun seperti keluhan yang orang sering bilang ‘maag’, tapi memang sering kembung dan buang angin (maaf). Sampai suatu ketika ‘serangan’ datang tiba-tiba! Pengalaman yang saya sama sekali tidak ingin mengulangnya.
Mulut kecut sekali, sekalipun telah minum madu. Dada berdebar lebih dari biasa dan nafas tersengal. Diagnosa cepat menyatakan no heart problem, tapi produksi gas yang berlebihan di lambung dapat menyodok (umumnya) ke atas dan sudah jelas apa yang tertekan. Itu pula yang menyebabkan mulut kecut meski tak makan jeruk. Selamat datang ke GERD (gastro esophagus reflux disease).
Obat2an semacam omeprazole atau lanzoprazole adalah rumus utama dokter untuk masalah ini yang fungsinya menghentikan produksi asam di lambung. Problem solved? Ya, tapi SEMENTARA saja! Jika seminggu tak ada perubahan berarti, maka dijamin dokter akan melipatkan dosis untuk sebulan. Selama sebulan ini, perut masih akan kembung dan siklus BAB yang keras-lalu-lembek berulang selang beberapa hari. Artinya: problem has not been solved!
Singkat kata, ternyata akar masalahnya adalah: APA YANG TELAH DIMASUKKAN KE PERUT? Lambung adalah organ yang fitrahnya diciptakan mengeluarkan enzym basa jika makanan yang masuk bersifat asam (buah2an), dan sebaliknya enzym asam (asam lambung) untuk makanan bersifat basa (protein & karbohidrat: nasi, bakso, gula, gorengan/minyak, susu, daging). Rujukan sehat menyebutkan bahwa tubuh sehat mempunyai pH 7.325 (slightly alkaline: sedikit basa).
Dapat diduga apa yang terjadi kalau makanan kita merupakan kombinasi tinggi di protein-karbohidrat dan sangat rendah pada sayuran dan buah2an. Demikianlah yang saya alami, pengalaman yang tak sesuai dengan pola makan dan kombinasi yang seimbang seperti yang  saya pelajari kemudian dari berbagai rujukan food-combining (No Pain Eating dan bukunya) dan enzym tubuh dan makanan (berbagai buku umum).
Hasilnya, (singkirkan omeprazole/lanzoprazole) berat badan turun 5kg tanpa dimaksudkan dan stabil di sekitar 54kg/163cm (BMI yang masih ideal). Badan terasa enak, tidak juga merasa kelaparan seharian. Kolesterol total yang dengan obat saja dapat normal paling cepat 3 bulan (kata dokter), ditambah pola makan seperti di atas, turun 89 poin menjadi 150 dalam tempo 2 bulan.
Jangan remehkan, dengarkan suara tubuh kita sendiri. Apakah kita tidak memperhatikan? Semoga rujukan ini bermanfaat.


Entry filed under: Sehat Hanya Dengan Makan. Tags: .

Positive Thinking TEKANAN DARAH TINGGI (hypertension)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: