Positive Thinking

23 Februari 2010 at 7:22 am Tinggalkan komentar

[Tulisan ini rangkuman dari berbagai sumber]

“(1) Gelas setengah kosong atau (2) gelas setengah isi”. Meski mengandung fakta yang sama, pernyataan (2) adalah ekspresi pikiran positif. Pengungkapan ekspresi ternyata mempengaruhi kelanjutannya.

Kutipan 1: “Dalam karya Jack Canfield dan MarkViktor Hansen yang berjudul Aladdin Factor, disebutkan bahwa manusia setiap harinya menghadapi kurang lebih 60.000 pikiran. Ini bukanlah sesuatu hal yang dapat dianggap sepele. Bayangkan jika mayoritas pikiran tersebut mengarah hal yang positif, tentu akan menjadi sesuatu kekuatan yang menakjubkan. Namun demikian pula sebaliknya. Jika pikiran tersebut mayoritas mengarah ke negatif, tentunya akan menjadi penghambat yang luar biasa pula pada diri manusia.”

Kutipan 2: “Teori “Law Of Attaraction” (LOA) atau diterjemahkan bebas menjadi “Hukum Ketertarikan”. Dalam LOA dikatakan bahwa kita menjadi magnet hidup yang menarik situasi , orang dan gagasan dalam kehidupan kita selaras dengan hal yang dominan dalam pikiran kita. Dikatakan bahwa pikiran kita membentuk suatu energi yang kuat di sekitar kita yang akan menarik segala sesuatu di sekitar kita sehingga pikiran tersebut selaras dengan kehidupan kita.”

Kutipan 3: ” Penelitian di Fakultas Kedokteran San Fransisco pada tahun 1986 menyebutkan bahwa lebih dari 80% pikiran manusia bersifat negatif. ”

Hal-hal di atas adalah pengetahuan sains modern yang bersifat empirik dan niscaya tak-absolut.  Apapun itu, sepantasnya kita rujuk Al-Qur’an dan Hadits berikut. Insya Allah tidak tersesat.

Pikiran negatif kiranya dari hawa nafsu sebagaimana terungkap di Surat Yusuf ayat 53 yang artinya kurang lebih : Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh TuhanKu. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. “(QS. 12:87)

Dalam hadits disebutkan, segala sesuatu itu baik bagi setiap muslim. Kalau yang menimpa dirinya adalah suatu musibah, maka ia berpikir positif bahwa yang ia alami adalah ujian, dan ia bersabar dan berusaha mengatasinya. Bila yang ia alami adalah kesenangan, maka ia bersyukur dan berusaha untuk menjadi muslim yang lebih baik agar Allah menambahkan nikmat untuknya.

Artinya : Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. bersabda : “Allah Ta’ala berfirman : “Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil“. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Bagaimana agar kita selalu berpikir positif? Bersyukur atas segala karunia Allah swt, niscaya akan bertambah kenikmatan. Nikmat yang kita kira sekecil apapun! Dengan lisan ucapkan “Alhamdulillah” juga dengan pikiran dan perasaan .  Seperti rasa syukur terima kasih tak berhingga seorang pengemis yang mendapat rezeki makanan setelah berhari-hari kekurangan makan. Menghidupkan syukur adalah penangkal stress, ketidakpuasan dan putus asa.

Penutup

Jelas kiranya berpikir positif adalah termasuk akhlakul karimah karena di dalamnya terkandung ungkapan rasa syukur termanifestasi.

Sungguh, selalu lebih mudah mengatakan. Oleh karena itu marilah kita bersyukur, Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin

Alam Nasrah ayat 1-8 berikut ini : Artinya : “1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, 2. dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, 3. yang memberatkan punggungmu? 4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, 5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, 6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. 7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, 8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. “ (QS Alam Nasrah : 1-8)

Entry filed under: Hidup (di) Indonesia!. Tags: .

Lucunya Sumur Bandung Jangan Remehkan Perut Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: