Genetic Algorithm

10 April 2008 at 12:21 pm 4 komentar

Algoritma yang menirukan proses alami genetika dengan prinsip utama: survival of fittest. Bayangkan sebuah populasi yang terdiri dari (misal) 11 buah dengan masing-masing kode genetiknya, sebut sebagai generasi pertama. Bayangkan suatu ekosistem tempat hidup populasi dengan segala sumber daya hidup terbatas, maka batasan satu set generasi hanya cukup bagi 11 anggota dapatlah diterima. Generasi berikut antara lain diperoleh dengan suatu proses yang tidak ‘fair’, yaitu elitisme. Dalam hal ini dengan sejumlah anggota populasi langsung lolos tanpa seleksi melalui tes daya-hidupnya (fitnest). Sejumlah anggota yang tak lolos seleksi dibuang (dianggap mati) dan posisinya dalam populasi akan diganti dengan keturunan baru dengan proses berikut. Anggota-anggota yang paling fit dan elite diperkenankan melakukan ‘perkawinan’ (crossover) dengan saling tukar sebagian kode genetiknya. Kemudian, sebagian keturunan ini akan mengalami mutasi (perubahan) pada sebagian kode genetiknya. Walhasil, diperoleh generasi kedua dengan anggota: para elite, anggota paling fit, dan keturunan mereka (total tetap 11 anggota). Demikian seterusnya berlangsung dari generasi ke generasi dengan harapan para ‘juara’ muncul dengan daya-hidup yang relatif seragam dan paling tinggi. So what! … Lalu kita bisa ambil siapa saja (tanpa susah) sebagai juara. Begitulah yang terjadi pada proses pemilihan pemimpin kita, bukan? Ada para elite yang tak mau ikut seleksi (pakai KKN saja), belum penggunaan proses seleksi yang salah: ‘rakyatku sehat, buktinya orang-orang disekitarku sehat semua!’ Heh … buktinya banyak anak kurang gizi. Apalagi, ‘perkawinan’ terbatas pada kalangan elite dan sebagian yang paling kuat (fit secara politik, finansial dll) … kalangan non-elite ‘terbunuh’ pelan-pelan dan hilang dari generasi. Oh my God, kita ini khan manusia, bukan kode-kode genetik tanpa nyawa … please dong ah. Ngono yo ngono ning ojo ngono!

Entry filed under: Hidup (di) Indonesia!. Tags: .

Jalan bolong! Sliding Mode Control (What?)

4 Komentar Add your own

  • 1. Budi Sulistyo  |  23 April 2008 pukul 12:22 pm

    Gimana cara masuk ke golongan elit Pak?

    Balas
  • 2. syaichu  |  29 April 2008 pukul 3:41 pm

    Cara masuk ke golongan elit? …. bagian dari KKN (kolusi dan nepotisme)

    Balas
  • 3. gajahkurus  |  29 April 2008 pukul 4:31 pm

    gitu ya cara agar disebut golongan elit.
    Ah, sementara saya mah masih betah di golongan alit🙂

    Balas
  • 4. Iwan Awaludin  |  3 Juni 2008 pukul 2:37 pm

    Ayo dong Pak, diterusin bahasan GA nya. Sekalian request SVM nya ya Pak, hehehe.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: