Jalan bolong!

8 April 2008 at 8:25 am 4 komentar

Saya selalu kesal jika berkendara mobil dari Cimahi ke ITB melalu Cimindi dan Gunung Batu (namun saya tetap saja lewat, kalau tidak, saya takkan kesal bukan?) . Tikungan-tikungan utama di sana bolong-bolong! Sejak 2005 lalu, saya mengamati perkembangan pemeliharaan jalur tersebut. Habis ditambal, paling-paling cukup 1 bulan sudah …bolong lagi! Saya sering berpikir, apa memang tidak ada pakar jalan raya yang dapat mengatasi perbaikan jalan yang awet lama. Padahal, mestinya Bandung tempatnya, ada Litbang PU segala. Mosok seh rek! Teman badmintonku, Sabtu lalu di GOR Nasional Buciper Cimahi komentar: “kayak gak tahu aja, penanganannya kan suatu projek. Lha kalau, tidak sering bolong tentu tidak ada projek regular”. Pikirku, ‘Ini kan pemborosan! … gak efisien blas!. Orang-orang biasa yang belum sejahtera kan masih buanyak’. Komentar yang gampang diduga, … kita semua sering dengar toh (saya pura-pura tak tahu saja). Bukti lain dari wauaaaakueh …. (baca: banyak banget) bukti lain bahwa budaya pemeliharaan di sini tidak ada. Kalau saja jam sewa lapangan tidak habis, lebih baik saya main badminton satu set lagi, daripada kesal karena ingat jalan bolong-bolong. Long bolong blog goblog blong …

Entry filed under: Hidup (di) Indonesia!. Tags: .

Genetic Algorithm

4 Komentar Add your own

  • 1. gajahkurus  |  23 April 2008 pukul 11:28 am

    Kondisinya sama dengan jalan menuju arah timur Bandung. Jl. Terusan Jakarta menurut saya cukup parah, penuh lubang dan bergelombang.
    Apakah perbaikan jalan nunggu jalan benar-benar hancur dan mengambil korban?

    Balas
  • 2. Budi Sulistyo  |  23 April 2008 pukul 12:06 pm

    Jln. Tubagus Ismail yg setiap hari saya lewati sama juga, Pak. Sebab utama kerusakan sebenarnya adalah saluran2 air yg macet. Genangan air merupakan pantangan utama jalan beraspal. Tapi…, yg terjadi di Bandung (di kota2 lain, pantura juga sama) malah sebaliknya. Jadi, selama saluran air belum benar, jalan2 beraspal tidak akan bertahan lama

    Balas
  • 3. syaichu  |  29 April 2008 pukul 3:47 pm

    Ternyata dimana-mana ya, … indikasi yang tidak menggembirakan tentang negeri ini. Semoga saja, dugaan saya meleset

    Balas
  • 4. edwidianto  |  30 Januari 2009 pukul 7:03 pm

    jalan yang saya lalui menuju ke ITB ya sami mawon pak, lha wong lewat cimindi juga…. lagian sering macet, nek macetnya sih masih bisa sabar….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: