Sliding Mode Control (What?)
29 April 2008 at 4:32 pm 4 komentar
SMC: sliding mode control -dapat diterjemahkan sebagai Kendali Modus Luncur (KML)- adalah cara pengendalian sistem sedemikian sehingga sistem tersebut dipaksa menuju perangkap modus luncur (sliding mode) dengan sebuah titik pusat perangkap. Namanya juga perangkap, ya setelah terperangkap, sistem akan tetap disana dan kemudian ‘terpeleset’ menuju titik pusat perangkap tsb. Misalkan kita punya sebuah sistem yang dapat dinyatakan: , dengan
=variabel state sistem dan
=sinyal kendali. Bentuklah sebuah perangkap (sliding surface):
Lalu, bagaimana cara mendapat sinyal kendali agar sistem berada pada perangkap modus luncur? Begini, buatlah sinyal kendali berbentuk:
sedemikian sehingga syarat perangkap berikut terpenuhi:
Perhatikan bahwa dengan sinyal kendali tersebut didapat
, atau
, sehingga
. Syarat ini akan selalu terpenuhi dengan memilih
jika
dan
jika
. Jadi, kita dapat pilih
jika
dan -sebaliknya-
jika
. Dengan kata lain, akan terjadi sinyal kendali berupa ideal switching pada (
) jika trajektori sistem tidak berada di sliding surface (yaitu jika
). Selama waktu yang terbatas, hal ini tak lain akan memaksa trajektori sistem menuju dan tetap berada di sliding surface (=terjebak) untuk seterusnya. Perhatikan, sistem yang demikian mestinya memiliki sinyal kendali
. Sinyal kendali yang kemudian tertinggal adalah
. Silahkan dicek, sinyal ini akan membuat
sehingga juga
, yang berarti sistem sudah terjebak!. That’s all there is. There isn’t anymore!
Entry filed under: Hidup (di) Indonesia!. Tags: .
4 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
aswad | 17 Februari 2009 pada 9:48 pm
salam kenal sebelumnya.
senang jumpa tulisan anda tentang SMC. kebetulan saat ini saya sedang menerapkan teknik pengontrolan tersebut terhadap Sistem Rossler sebagai tulisan tugas terakhir saya.
membaca beberapa tulisan tentang SMC rata-rata sistem yang digunakan berorde 2 sehingga agak mudah untuk mencari sliding surface dan aturan pengiontrol u. bagaimana dengan sistem yang berorde 4,karena kebetulan sistem yang saya gunakan berorde 4.
mohon sheringnya.
untuk teman2 yang lain yang mungkin paham tentang SMC mohon bantuannya.
trimakasih sebelumnya.
aswad
2.
syaichu | 19 Mei 2009 pada 7:17 am
Aswad, salam kenal kembali. Maaf bila agak terlambat, … jarang-jarang ngeblog, lebih sering facebook. Namun demikian, kalau Aswad perhatikan baik-baik tulisan saya tentang SMC, sesungguhnya metode sederhana tersebut tetap dapat digunakan untuk sistem linier orde berapapun (orde-n). Namun demikian, Sistem Roessler adalah nonlinier sehingga tulisan saya tidak langsung dapat diterapkan. Saya sarankan anda baca tutorial paper tentang SMC, semoga dapat membantu.
3.
kibboll | 7 Februari 2010 pada 1:22 pm
wah saya mau numpang nanya.. smc buat mengatur temperatur bs g yah? tepatnya temperatur saat terapi hypertermia..
thx..
4.
syaichu | 22 Februari 2010 pada 1:38 pm
Seperti metode2 kendali yang lain, tentu SMC juga dapat diterapkan pada pengendalian temperatur. Pertanyaannya adalah apakah requirement terhadap temperatur kontrol pada terapi hypertermia, mungkin saja berbeda dgn aplikasi kendali temperatur di proses kimia atau temperatur ruangan