Dr HC SBY

Pro kontra Dr HC bagi SBY dari ITB di bidang IT.  Ada yang  mengatakan ini adalah kelucuan awal tahun. Tetapi, ada yang mengatakan layak sebab kebijakan IT-nya. Hah?  Saya harus mengatakan saya termasuk golongan kontra. Why? Saya sangat meragukan kontribusi SBY di bidang IT, saya tak meragukan kontribusi Soekarno di bidang Teknik Sipil.  Setahu saya, keputusan diambil dengan voting oleh sekitar 30-an dari 50-an anggota di senat akademik SA ITB dengan hasil: pro menang tipis (saya baca komentar Pak Miftah Faridl di salah satu koran on-line. Cek sendiri, tanya mbah Google).  Bahkan, seorang teman di milis dosen ITB menawarkan voting seluruh civitas academica ITB untuk menguji apakah keputusan SA ITB memang membawa aspirasi masayarakat akademik di kampus yang direpresentasikannya. Well, … tak ditanggapi. Artinya apa? Pikirin dhewe, rek … Jika argumen bahwa keputusan sudah demokratis, prosedural, dll dan sudah berjalan 2 tahun dan juga dengan segala macam tetek bengek bengek … ya sudah. Tapi saya mau mengatakan. Please, NOT IN MY NAME!

Add comment 4 Februari 2009

Sliding Mode Control (What?)

SMC: sliding mode control -dapat diterjemahkan sebagai Kendali Modus Luncur (KML)- adalah cara pengendalian sistem sedemikian sehingga sistem tersebut dipaksa menuju perangkap modus luncur (sliding mode) dengan sebuah titik pusat perangkap. Namanya juga perangkap, ya setelah terperangkap, sistem akan tetap disana dan kemudian ‘terpeleset’ menuju titik pusat perangkap tsb. Misalkan kita punya sebuah sistem yang dapat dinyatakan: dot{x}=Ax+Bu, dengan x=variabel state sistem dan u=sinyal kendali. Bentuklah sebuah perangkap (sliding surface): sigma=Sx=0 Lalu, bagaimana cara mendapat sinyal kendali agar sistem berada pada perangkap modus luncur? Begini, buatlah sinyal kendali berbentuk: u=-(SB)^{-1}(SA)x+u_N sedemikian sehingga syarat perangkap berikut terpenuhi: sigma dot{sigma}<0 Perhatikan bahwa dengan sinyal kendali tersebut didapat dot{sigma}=S dot{x}=SAx+SB{-(SB)^{-1}(SA)x+u_N}, atau dot{sigma}=(SB)u_N=u^{*}_N, sehingga sigma dot{sigma}=sigma u^{*}_N. Syarat ini akan selalu terpenuhi dengan memilih u^{*}_N=(SB)u_N=-1 jika sigma>0 dan u^{*}_N=(SB)u_N=+1 jika sigma<0. Jadi, kita dapat pilih u_N=-(SB)^{-1} jika sigma>0 dan -sebaliknya-u_N=+(SB)^{-1} jika sigma<0. Dengan kata lain, akan terjadi sinyal kendali berupa ideal switching pada (u_N) jika trajektori sistem tidak berada di sliding surface (yaitu jika sigmane 0). Selama waktu yang terbatas, hal ini tak lain akan memaksa trajektori sistem menuju dan tetap berada di sliding surface (=terjebak) untuk seterusnya. Perhatikan, sistem yang demikian mestinya memiliki sinyal kendali u_N=0. Sinyal kendali yang kemudian tertinggal adalah u=-(SB)^{-1}(SA)x. Silahkan dicek, sinyal ini akan membuat dot{sigma}=0 sehingga juga sigma=0, yang berarti sistem sudah terjebak!. That’s all there is. There isn’t anymore!

1 comment 29 April 2008

Genetic Algorithm

Algoritma yang menirukan proses alami genetika dengan prinsip utama: survival of fittest. Bayangkan sebuah populasi yang terdiri dari (misal) 11 buah dengan masing-masing kode genetiknya, sebut sebagai generasi pertama. Bayangkan suatu ekosistem tempat hidup populasi dengan segala sumber daya hidup terbatas, maka batasan satu set generasi hanya cukup bagi 11 anggota dapatlah diterima. Generasi berikut antara lain diperoleh dengan suatu proses yang tidak ‘fair’, yaitu elitisme. Dalam hal ini dengan sejumlah anggota populasi langsung lolos tanpa seleksi melalui tes daya-hidupnya (fitnest). Sejumlah anggota yang tak lolos seleksi dibuang (dianggap mati) dan posisinya dalam populasi akan diganti dengan (lagi…)

4 comments 10 April 2008

Jalan bolong!

Saya selalu kesal jika berkendara mobil dari Cimahi ke ITB melalu Cimindi dan Gunung Batu (namun saya tetap saja lewat, kalau tidak, saya takkan kesal bukan?) . Tikungan-tikungan utama di sana bolong-bolong! Sejak 2005 lalu, saya mengamati perkembangan pemeliharaan jalur tersebut. Habis ditambal, paling-paling cukup 1 bulan sudah …bolong lagi! Saya sering berpikir, apa memang tidak ada pakar jalan raya yang dapat mengatasi perbaikan jalan yang awet lama. Padahal, mestinya Bandung tempatnya, ada Litbang PU segala. Mosok seh rek! Teman badmintonku, Sabtu lalu di GOR Nasional Buciper Cimahi komentar: “kayak gak tahu aja, penanganannya kan suatu projek. Lha kalau, tidak sering bolong tentu tidak ada projek regular”. Pikirku, ‘Ini kan pemborosan! … gak efisien blas!. Orang-orang biasa yang belum sejahtera kan masih buanyak’. Komentar yang gampang diduga, … kita semua sering dengar toh (saya pura-pura tak tahu saja). Bukti lain dari wauaaaakueh …. (baca: banyak banget) bukti lain bahwa budaya pemeliharaan di sini tidak ada. Kalau saja jam sewa lapangan tidak habis, lebih baik saya main badminton satu set lagi, daripada kesal karena ingat jalan bolong-bolong. Long bolong blog goblog blong …

4 comments 8 April 2008


Warna Warni

Tulisan Terakhir

Blogroll

Komentar Terakhir

syaichu di Sliding Mode Control (Wha…
edwidianto di Jalan bolong!
Iwan Awaludin di Genetic Algorithm
gajahkurus di Genetic Algorithm
syaichu di Jalan bolong!

Meta